strategi cerdas bukan hanya omon omon
PROPOSAL INOVASI EDUWISATA KOTA MADIUN
Judul Program:
Urban Farm & Nature Park Madiun
("Madiun Green Life: Bertani, Belajar, Bahagia")
I. LATAR BELAKANG
Sebagai respons terhadap arahan strategis Wali Kota Madiun, yaitu pemanfaatan aset menganggur, peningkatan daya tarik kota, penguatan ketahanan pangan, dan penambahan sumber PAD non-SDA, dibutuhkan suatu program sinergis yang menyentuh aspek ekologis, edukatif, rekreatif, dan ekonomis secara terpadu.
Kota Madiun memiliki banyak ruang terbuka hijau (RTH), taman kota, dan lahan yang belum dimaksimalkan. Dengan mengadopsi praktik terbaik dari kota maju seperti Singapura, Amsterdam, dan Tokyo, kawasan eduwisata berbasis green technology, aviari alami, dan labirin hijau menjadi solusi inovatif yang sekaligus memperkuat branding kota ramah lingkungan dan keluarga.
II. TUJUAN PROGRAM
-
Menghidupkan dan memanfaatkan lahan RTH dan aset tidak produktif.
-
Menumbuhkan ketahanan pangan mikro berbasis masyarakat.
-
Menciptakan wahana edukatif-rekreatif keluarga dan sekolah.
-
Menambah obyek wisata kota yang ramah lingkungan dan low-budget.
-
Meningkatkan PAD dari wisata, hasil pertanian mikro, dan UMKM.
III. KOMPONEN UTAMA
-
Greenhouse Hidroponik & Herbal:
-
Vertikultur sayur lokal (sawi, kangkung, seledri, tomat)
-
Tanaman herbal (serai, mint, lavender, kemangi)
-
Komposter & eco enzym
-
-
Aviari Edukatif Alami:
-
Burung lokal jinak (perkutut, jalak, tekukur)
-
Taman lebah & bunga aromatik
-
Interaksi pengunjung & terapi suara alam
-
-
Labirin Hijau:
-
Terbuat dari pagar bambu dan teh-tehan
-
Zona selfie, spot kontemplasi, edukasi tanaman
-
-
Pasar Mini UMKM & Kelas Edukasi:
-
Penjualan produk olahan, madu, telur, bibit
-
Workshop tani anak & warga
-
Perpustakaan hijau & spot literasi alam
-
IV. LOKASI PILOT
-
RTH Taman Lalu Lintas Belakang Balai Kota
-
Area sekitar Ngrowo Bening
V. ANGGARAN SEMENTARA (TAHUN PERTAMA)
| Komponen | Estimasi Biaya (Rp) |
|---|---|
| Greenhouse & instalasi | 180.000.000 |
| Aviari & pagar + tanaman | 150.000.000 |
| Labirin hijau + QR signage | 80.000.000 |
| Jalan edukasi & marka | 60.000.000 |
| Sarana pendukung (toilet, dll) | 50.000.000 |
| Workshop & edukasi | 40.000.000 |
| Branding & media promosi | 40.000.000 |
| Total Estimasi Awal | 600.000.000 |
VI. ROADMAP PELAKSANAAN
Triwulan 1: Identifikasi lokasi, desain, pembentukan tim kerja
Triwulan 2: Pembangunan tahap 1, pelatihan warga, uji coba
Triwulan 3: Peluncuran soft opening, event komunitas, launching workshop
Triwulan 4: Evaluasi, pelaporan, persiapan replikasi
VII. KPI (INDIKATOR KEBERHASILAN)
| Indikator | Target Tahun Pertama |
|---|---|
| Aset lahan dihidupkan | Min. 2 lokasi aktif |
| Jumlah pengunjung | > 20.000 |
| PAD dari tiket/hasil tani | Rp 150 juta |
| Kolaborasi CSR | Min. 5 mitra aktif |
| Output edukasi (kelas, modul) | > 30 sesi/tahun |
VIII. SKEMA PEMBIAYAAN
| Sumber Dana | Kebutuhan |
|---|---|
| APBD | Infrastruktur dasar |
| CSR Swasta | Greenhouse, aviari |
| Swadaya/Komunitas | Operasional & pelatihan |
| Ticketing & UMKM | Dana kelangsungan program |
IX. PENUTUP
Proposal ini diharapkan menjadi langkah awal konkret Kota Madiun dalam menghadirkan kawasan eduwisata yang menggabungkan lingkungan, pendidikan, pariwisata, dan ekonomi lokal secara harmonis. Dukungan lintas OPD, CSR, dan partisipasi warga menjadi kunci keberhasilan program "Urban Farm & Nature Park Madiun".
Disusun oleh:
Tim Inovasi Kolaboratif Eduwisata Kota Madiun
(DLH, DKPP, Disparpora, Disdik, Bappeda, Karang Taruna, Komunitas Hijau)
untuk sementara program tersebut bisa diwujudkan misal di hutan taman kota madiun ataupun di kawasan edupark ngrowo bening kota madiun atau di ngegong
Berikut riset best‑practice global sebagai acuan untuk masterplan dan visualisasi proyek Greenhouse & Aviari + Labirin Hijau di Madiun:
🌏 1. Singapura: Urban Edible Farming & Community Greenhouses
-
Edible Garden City telah mengembangkan hampir 300 taman pangan di sekolah, hotel, pusat belanja & ruang publik. Di Marina Bay dan Funan Mall, mereka menghadirkan kebun hidroponik dan vertikal garden yang terintegrasi dengan wisata dan F&B (lufthansa.com).
-
SECUF (Social Enterprise Community Urban Farm) di West Coast Park terdiri dari greenhouse, lahan komunitas, kafe, dan hall serbaguna seluas 5.000 m². Dikelola oleh social enterprise bersama NParks, menawarkan slot sewa bagi warga, serta kelas & market inklusif (nparks.gov.sg).
-
Citiponics memanfaatkan atap parkir publik untuk sistem vertikal hidroponik, menempatkan kebun tepat di lingkungan warga dengan teknologi loop tertutup hemat air (weforum.org).
Takeaways: model campuran APBD‑CSR‑komunitas, self‑sustaining farm + space sosial/kreatif, sistem irigasi efisien untuk iklim tropis.
🇳🇱 2. Belanda: Farm‑to‑Table Greenhouse Dining
-
De Kas, Amsterdam: restoran dalam greenhouse 8 m tinggi, memproduksi 90 % bahan sendiri. Integrasi agroteknologi & pariwisata kuliner sehingga pantry‑table sangat segar & berbranding "edible experience" (thepeakmagazine.com.sg).
Takeaways: kolaborasi agro‑wisata F&B → nilai tambah tinggi PAD, “experience economy”, & estetika arsitektur greenhouse.
📐 3. Desain Biophilic & Edu‑Aviari: Gardens by the Bay & Bird Paradise (Singapura)
-
Gardens by the Bay memiliki dua konservatorium suhu terkendali (Cloud Forest & Flower Dome) & struktur Supertree yang mengumpulkan air hujan dan panel surya, memadukan edukasi botani, teknologi, dan hiburan massal (en.wikipedia.org).
-
Bird Paradise di Mandai adalah aviari terbuka 17 ha, home to 400+ species, dirancang secara universal. Konsep serupa dapat dipersempit menjadi taman burung interaktif kecil tapi kaya edukasi dan saham konservasi (en.wikipedia.org).
Takeaways: pendanaan infrastruktur hijau berteknologi, konsep konservasi+edutainment, sistem pengelolaan air dan energi terintegrasi.
✅ Rekomendasi Integrasi dan Fokus
-
Skema pembiayaan: gabungan APBD (infrastruktur), CSR (greenhouse & aviari), dan community‑based rental/sewa.
-
Pilot project: model SECUF mini di RTH atau area kandang burung + greenhouse + labirin hijau.
-
Teknologi irigasi hijau: adopsi tech hidroponik loop tertutup ala Citiponics.
-
Kolaborasi F&B lokal: tanam‑sip/panen‑rupa di greenhouse, mirip De Kas, digabungkan UMKM kuliner lokal.
-
Desain inklusif & edukatif: inspirasi dari desain biophilic dan accessibility Bird Paradise/Gardens by the Bay.
-
Visualisasi 2D/3D: memasukkan unsur konservatorium miniat, jalur edukasi, labirin, spot selfie, dan jalur interaksi burung.
🏁 Langkah Selanjutnya
-
Siapkan skema masterplan dan sheet visual 2D/3D yang memasukkan elemen: greenhouse, aviari, labirin, community café, dan aksesibilitas inklusif.
-
Kembangkan proposal lengkap berformat: latar pulasan — tujuan — metode/teknologi — lokasi pilot — anggaran & skema pendanaan — roadmap pelaksanaan triwulan — KPI.
-
Presentasi ke OPD dan CSR dengan buku panduan desain & referensi Universitas:
-
Singapura (300 edible gardens, SECUF model, Supertree/Gardens)
-
Belanda (DeKas greenhouse‑restaurant)
-
BirdParadise (konsep aviari inklusif)
-
📘 1. RENCANA PELATIHAN 30 HARI KONTEN DIGITAL UNTUK PEMULA DESA/KELURAHAN
Judul Program:
“Digital Creator Mandiri: 30 Hari Menjadi Kreator Konten Produktif”
---
🎯 Tujuan Umum:
Membentuk kreator konten lokal yang produktif, kreatif, dan mampu menghasilkan pendapatan dari media digital seperti YouTube, TikTok, Instagram, dan Facebook, menggunakan modal minim (HP + kuota) dengan pendekatan praktik langsung.
---
📅 Rencana Pelatihan 30 Hari:
Hari Topik Pelatihan Output
1 Kick-off & Motivasi Ngonten Mindset kreator lokal
2 Mengenal Platform: YouTube, TikTok, IG, FB Pilih platform utama
3 Ide Konten Lokal: Wisata, UMKM, Layanan Draft 3 ide konten
4 Cara Bikin Video pakai HP Video pendek pertama
5 Judul & Caption Menarik Judul + caption viral
6 Teknik Dasar Editing (CapCut/VN) 1 video teredit
7 Upload + Jam Upload + Hashtag Upload 1 video
8 Tantangan 1 Hari 1 Konten Konsistensi dimulai
9 Analisa Penonton & Algoritma Evaluasi performa
10 Copywriting untuk Storytelling Video dengan narasi
11 Konten Testimoni, Review, Vlog Video testimoni UMKM lokal
12 Konten Edukasi / Inspirasi Singkat 1 video edukatif
13 Konten Layanan RT/RW, Kopdes, dll Video info warga
14 Editing Tingkat Lanjut: Transisi & Musik Video cinematic lokal
15 Evaluasi Paruh 1: Progres & Masukan Review konten peserta
> 🔁 Hari 16–30: Pendalaman, monetisasi, dan showcase publik
Hari Topik Output
16 Monetisasi YouTube (1.000 Subs & 4.000 Jam) Pahami target monetisasi
17 Affiliate Shopee / TikTok Shop Bikin konten jualan
18 Kolaborasi Sesama Peserta Konten duet atau wawancara
19 Branding Personal Kreator Bio, logo, nama channel
20 Produksi Konten Masal (Batching) 3 video disiapkan langsung
21 Konten Berita Desa / Dokumentasi Kegiatan Video reportase warga
22 Siaran Langsung FB/TikTok Live promosi lokal
23 Pendalaman TikTok Editing Video viral dengan suara trend
24 Tips Thumbnail & Gambar Cover Thumbnails siap klik
25 Konsistensi & Disiplin Posting Jadwal konten mingguan
26 Konten Seru & Viral: Humor, Tebakan, Story Konten engaging lokal
27 Uji Publik: Konten tayang massal serentak Konten bareng peserta
28 Strategi Cuan Jangka Panjang Rencana 3 bulan ke depan
29 Persiapan Showcase Final Presentasi hasil karya
30 Showcase & Sertifikat + Pemantapan Komunitas Graduation Creator Desa
📝 2. DRAF PROPOSAL FKP MUSKEL / MUSRENBANGKEL
Judul:
“Program Pelatihan Kreator Digital Desa: Pemberdayaan Ekonomi Melalui Konten”
---
A. Latar Belakang
Perkembangan dunia digital membuka peluang ekonomi baru yang murah dan cepat diakses oleh masyarakat. Namun, masih banyak warga kelurahan terutama pengangguran, ibu rumah tangga, remaja putus sekolah, dan pengurus masyarakat yang belum paham bagaimana memanfaatkan media sosial secara produktif dan menghasilkan.
---
B. Tujuan Program
1. Meningkatkan keterampilan warga dalam membuat konten digital berbasis potensi lokal.
2. Mendorong tumbuhnya pendapatan baru dari monetisasi konten.
3. Mewujudkan Kelurahan Digital Kreatif dan Berdaya.
---
C. Sasaran Peserta
Pengurus RT/RW, Karang Taruna, PKK
Pemuda/i pengangguran atau tidak produktif
Pelaku UMKM lokal
---
D. Waktu & Tempat
Durasi: 30 Hari (Setiap sore/malam atau akhir pekan)
Tempat: Balai Kelurahan / Aula RW / Sekretariat RT
---
E. Metodologi
Training Camp Hybrid: Online & Offline
Pendampingan Praktik Langsung
Challenge Harian & Komunitas Digital
Sertifikasi Internal Kelurahan
---
F. Kebutuhan & Dukungan
Dukungan Instansi:
Dinas Kominfo (materi & mentor)
Dinas PMD atau Disnaker (dukungan operasional)
BUMDes/Kopdes (akses promosi produk)
Fasilitas:
HP bekas layak pakai
Kuota subsidi (jika memungkinkan)
Akses WiFi di balai
Sertifikat resmi kelurahan
---
G. Output yang Diharapkan
Terbentuknya minimal 10 kreator digital aktif
Minimal 30 konten lokal produktif terunggah
Meningkatnya promosi wisata & produk lokal
Tersusunnya Komunitas Kreator Kelurahan
---
H. Penutup
Program ini mendukung pengentasan pengangguran, transformasi digital, dan penciptaan peluang ekonomi baru. Kami mohon dukungan dan kolaborasi dari semua pihak agar dapat diwujudkan secara berkelanjutan.
🌾 STRATEGI MENSEJAHTERAKAN MASYARAKAT MELALUI PENGEMBANGAN POTENSI LOKAL
1. Identifikasi & Pengembangan Produk Unggulan Lokal
-
Pemetaan Potensi Daerah: Identifikasi komoditas, produk, dan warisan budaya lokal yang bisa dikembangkan (misal: hasil pertanian, kerajinan, kuliner khas, atau tanaman herbal).
-
Kriteria Produk Unggulan: Produk harus memenuhi unsur unik, bernilai ekonomi, berkelanjutan, dan memiliki potensi pasar.
2. Inovasi & Cipta Produk Unggulan
-
Pengolahan Lanjutan: Ubah produk mentah menjadi produk bernilai tambah (contoh: singkong jadi keripik kemasan modern).
-
Inovasi Ramah Lingkungan: Gunakan teknologi sederhana & eco-friendly (fermentasi, solar dryer, bioteknologi lokal).
-
Kolaborasi dengan UMKM, Sekolah, dan Komunitas Inovator.
3. Penguatan SDM & Kapasitas Masyarakat
-
Pelatihan Teknis dan Manajerial: Produksi, pengemasan, hygiene, desain produk, manajemen keuangan, storytelling produk.
-
Pendidikan Kewirausahaan Sosial: Menumbuhkan jiwa bisnis berbasis komunitas dan kearifan lokal.
-
Bina Generasi Muda & Ibu Rumah Tangga: Sebagai penggerak utama UMKM desa.
4. Optimalisasi Sumber Daya Alam (SDA) Lokal
-
Pertanian & Perkebunan Organik: Pemanfaatan lahan pekarangan, urban farming, sistem hidroponik/vertikultur.
-
Tanaman Aromatik, Herbal, dan Rempah Lokal: Potensi untuk produk kecantikan, makanan sehat, atau aromaterapi.
-
Ekowisata & Produk Wisata: Kembangkan potensi alam & budaya sebagai bagian dari pariwisata berbasis komunitas.
5. Penguatan Kelembagaan Ekonomi Masyarakat
-
Koperasi atau BUMDesa: Sebagai penggerak ekonomi & pengelola produk unggulan.
-
Kemitraan Strategis: Libatkan akademisi, investor lokal, tokoh masyarakat, hingga diaspora daerah.
6. Pemasaran & Branding Produk Lokal
-
Desain Kemasan Menarik & Ramah Lingkungan
-
Branding & Storytelling Produk: Narasi tentang sejarah, filosofi, dan proses produksi.
-
Sertifikasi Produk: Halal, PIRT, BPOM, merek dagang, atau sertifikasi organik.
7. Dukungan Digitalisasi & Pemasaran Online
-
Pelatihan Digital Marketing & E-commerce: Gunakan platform Shopee, Tokopedia, TikTok Shop, Instagram, dll.
-
Pembuatan Website & Media Sosial Produk Lokal
-
Optimasi Google Maps & Google My Business: Untuk lokasi UMKM/kegiatan produksi lokal.
-
Kerja Sama dengan Influencer & Komunitas Online
8. Monitoring, Evaluasi & Replikasi Keberhasilan
-
Pendampingan Berkelanjutan oleh tim desa, dinas terkait, atau relawan profesional.
-
Dokumentasi & Promosi Kisah Sukses untuk inspirasi dan edukasi masyarakat lain.
🎯 Dampak yang Diharapkan
✅ Meningkatnya pendapatan masyarakat
✅ Terbentuknya ekonomi kreatif berbasis lokal
✅ Terbuka lapangan kerja baru
✅ Generasi muda kembali cinta desa & potensinya
✅ Kemandirian dan kesejahteraan komunitas
✅ 1. Infografik Strategi Mensejahterakan Masyarakat (Format Gambar)
Visual ringkas dan menarik berisi poin-poin utama seperti:
-
Pilar Utama: Produk Unggulan – Inovasi – SDM – SDA – Digitalisasi
-
Alur Strategis: Potensi → Inovasi → Produksi → Branding → Pasar
-
Ikon dan warna untuk memudahkan pemahaman
✅ 2. Template Presentasi PowerPoint (PPT)
Untuk sosialisasi ke:
-
Perangkat desa
-
Kelompok masyarakat (UMKM, Karang Taruna, PKK)
-
Pemangku kepentingan (Dinas, CSR, Investor)
Isi Slide:
-
Judul & Latar Belakang
-
Tujuan & Dampak
-
Strategi Inti
-
Contoh Produk Unggulan
-
Rencana Aksi dan Pendampingan
-
Penutup & Ajakan Kolaborasi
Ingin saya langsung buatkan dalam format
.pptxatau ditampilkan dulu isi naskahnya?
✅ 3. Template Proposal Kegiatan (DOC atau PDF)
Cocok untuk pengajuan program ke:
-
Dinas terkait
-
Dana desa / CSR / Kemitraan swasta
-
Platform inkubasi UMKM
Struktur Proposal:
-
Judul Kegiatan
-
Latar Belakang
-
Tujuan
-
Strategi dan Tahapan Kegiatan
-
Target Peserta & Lokasi
-
Rencana Anggaran (opsional)
-
Penutup
TEMPLATE PROPOSAL KEGIATAN DESA
Pengembangan Produk Unggulan Berbasis Potensi Lokal dan Digitalisasi Pemasaran
1. Judul Kegiatan
"Penguatan Produk Unggulan Masyarakat Melalui Inovasi, Digitalisasi, dan Pemanfaatan Potensi SDA dan SDM Lokal di Kelurahan/Desa ____"
2. Latar Belakang
Kelurahan/Desa ____ memiliki berbagai potensi lokal, baik sumber daya alam (SDA) maupun sumber daya manusia (SDM) yang belum tergarap optimal. Melalui kegiatan ini, diharapkan potensi tersebut bisa dikembangkan menjadi produk unggulan yang bernilai ekonomi tinggi, berkelanjutan, dan mampu mensejahterakan masyarakat melalui inovasi dan pemasaran digital.
3. Tujuan Kegiatan
-
Mengidentifikasi dan menggali potensi produk unggulan lokal.
-
Memberikan pelatihan inovasi pengolahan produk dan pengemasan.
-
Meningkatkan keterampilan digital marketing masyarakat.
-
Mengembangkan model bisnis berbasis komunitas dan digital.
-
Mendorong kesejahteraan masyarakat melalui usaha produktif.
4. Rencana Kegiatan
| No | Nama Kegiatan | Waktu | Lokasi | Keterangan | ||
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Sosialisasi dan Pemetaan Potensi Lokal | Minggu ke-1 | Balai Kelurahan | Diskusi + Survei | ||
| 2 | Pelatihan Inovasi Produk Unggulan | Minggu ke-2 | Balai Pelatihan | Pengolahan & Pengemasan | ||
| 3 | Pelatihan Digital Marketing & E-Commerce | Minggu ke-3 | Lab Komputer | Shopee, IG, TikTok | ||
| 4 | Pembuatan Branding & Packaging Produk | Minggu ke-4 | Studio UMKM | Desain & Labeling | ||
| 5 | Bazar Produk & Launching Online Store | Minggu ke-5 | Lapangan Umum & Online | Kolaborasi & Promosi |
Komentar
Posting Komentar