uuk irfadarojat77.biz.id
PENYAMPAIAN IDE USAHA ROKOK HERBA DAUN TALAS BENENG
1. Awali dengan Masalah Umum (Problem Statement)
“Saat ini, banyak perokok sadar akan dampak negatif rokok tembakau
terhadap kesehatan, tetapi tetap kesulitan berhenti karena faktor rasa
dan kebiasaan. Sementara itu, kebutuhan akan alternatif rokok yang lebih
sehat semakin tinggi.”
2. Perkenalkan Solusinya: Inovasi Lokal yang Kuat
“Kami menghadirkan Rokok Herba dari Daun Talas Beneng, sebagai solusi lokal yang:
-
Lebih sehat dibandingkan rokok tembakau
-
Mengandung nol nikotin
-
Dipadukan dengan citarasa yang menyerupai rokok konvensional yang sudah dikenal, seperti kretek manis, rokok mild, atau aroma herbal khas
-
Dapat dikembangkan menjadi produk ekspor khas daerah”
3. Jelaskan Keunggulan Produk
-
Bahan alami lokal: Talas beneng mengandung serat tinggi dan tidak mengandung zat adiktif.
-
Citarasa disesuaikan: Bisa menggunakan rempah atau perasa alami untuk menyerupai rasa rokok seperti:
-
Cengkeh (untuk kretek-style)
-
Mint (untuk sensasi menthol)
-
Daun sirih kering atau serai wangi (untuk rasa khas herbal)
-
-
Lebih ramah paru-paru: Tidak mengandung tar dan nikotin seperti tembakau.
-
Berpotensi menjadi produk unggulan Kelurahan: Dapat dikembangkan sebagai usaha padat karya dengan memberdayakan petani, pengrajin, dan pelaku UMKM.
4. Strategi Branding
-
Nama lokal yang unik, misal: "Beneng Smoke", "Daun Leluhur", atau "Roko Herbal Jawi"
-
Dikemas menarik, semi premium, sasaran pasar: perokok yang ingin transisi, komunitas pecinta herbal, dan pasar ekspor
5. Peluang Pasar
-
Trend herbal naik: Dunia mulai mencari pengganti rokok tembakau
-
Peminat rokok alternatif bertambah: Termasuk kalangan muda, spiritualis, dan penggiat gaya hidup sehat
-
Potensi ekspor dan wisata herbal: Bisa dikemas dalam bentuk oleh-oleh khas atau produk kesehatan dari desa
6. Usulan Model Usaha
-
Dikelola oleh BUMKel atau koperasi warga
-
Produksi: kelompok tani/herbal/karang taruna
-
Distribusi: warung RT, marketplace, toko oleh-oleh, event bazar
-
Edukasi: disertai leaflet manfaat talas beneng dan bahayanya nikotin
7. Akhiri dengan Ajakan dan Komitmen Sosial
“Melalui rokok herbal daun talas beneng ini, kita tidak hanya
menciptakan lapangan kerja dan inovasi produk lokal, tapi juga
berkontribusi pada gerakan masyarakat hidup lebih sehat, tanpa
meninggalkan cita rasa yang disukai. Kita jadikan ini sebagai produk
unggulan Kelurahan Mandiri Sejahtera.”
Berikut adalah Pitch Deck, Rencana Produksi dan Pemasaran, serta Analisis SWOT untuk usaha Rokok Herba Daun Talas Beneng. Format ini bisa Anda gunakan dalam forum resmi maupun presentasi internal RT/RW atau calon mitra bisnis:
PITCH DECK - ROKOK HERBA TALAS BENENG
Kelurahan Mandiri Sejahtera – Inovasi dari Daun untuk Masa Depan
1. Masalah yang Dihadapi
-
Banyak masyarakat ingin berhenti merokok, namun sulit karena kecanduan nikotin dan rasa.
-
Rokok konvensional mahal dan berdampak negatif pada kesehatan.
-
Belum ada alternatif lokal yang rasanya mirip, namun lebih aman.
2. Solusi: Rokok Herba dari Daun Talas Beneng
-
Tanpa nikotin
-
Menggunakan daun lokal yang melimpah (Talas Beneng)
-
Rasa mirip rokok konvensional melalui campuran cengkeh, mint, dan rempah
-
Produk inovatif dengan nilai kesehatan dan ekonomi
3. Keunggulan Produk
-
Bahan Lokal dan Ramah Lingkungan
-
Citarasa Disesuaikan (kretek, menthol, herbal)
-
Tidak Mengandung Zat Adiktif
-
Meningkatkan Ekonomi Warga Kelurahan
4. Segmentasi Pasar
-
Perokok aktif yang ingin beralih ke produk herbal
-
Komunitas pecinta herbal, santri, spiritualis
-
Wisatawan, pecinta produk khas desa
-
Pasar online dan ekspor (Asia Tenggara, Timur Tengah)
5. Strategi Distribusi
-
Outlet UMKM RT/RW
-
Pasar Kelurahan / Pasar Tradisional
-
Marketplace (Shopee, Tokopedia, TikTok Shop)
-
Produk Oleh-oleh Khas Madiun
6. Proyeksi Keuntungan
-
Modal awal kecil, bahan mudah didapat
-
Harga jual kompetitif: Rp10.000 – Rp15.000 per bungkus
-
Margin keuntungan 50–70% per produk
-
Potensi skala besar dengan pengeringan dan pengemasan modern
7. Dampak Sosial
-
Menyerap tenaga kerja lokal
-
Mendorong petani talas beneng
-
Alternatif sehat dan edukatif
-
Peningkatan PAD Kelurahan melalui BUMKel
RENCANA PRODUKSI & PEMASARAN
A. Tahapan Produksi
| Tahap | Kegiatan | Keterangan |
|---|---|---|
| 1 | Pemilihan daun talas beneng tua | Panen dari petani lokal |
| 2 | Pengeringan dan fermentasi ringan | Menggunakan oven atau sinar matahari |
| 3 | Pencampuran rempah | Cengkeh, daun mint, jahe kering |
| 4 | Penggulungan (manual / mesin sederhana) | Gulung tangan atau alat mini roll |
| 5 | Pengemasan | Kemasan kertas kraft atau dus kecil |
| 6 | Pelabelan | Label brand, manfaat, komposisi |
B. Strategi Pemasaran
-
Offline: Pameran UMKM, stan RT/RW, toko kelurahan
-
Online: Instagram, TikTok, marketplace
-
Branding: Nama unik, logo sederhana (daun dan api)
-
Testimoni awal: dari tokoh masyarakat atau ketua RT
-
Edukasi: Leaflet manfaat, narasi kesehatan, cerita lokal
ANALISIS SWOT USAHA ROKOK HERBA TALAS BENENG
| Strengths (Kekuatan) | Weaknesses (Kelemahan) |
|---|---|
| - Bahan baku lokal dan murah |
-
Produk inovatif dan belum banyak pesaing
-
Tidak mengandung nikotin, lebih sehat
-
Bisa dikembangkan dengan rempah khas Indonesia |
-
Butuh edukasi pasar yang kuat
-
Rasa awal bisa kurang familiar bagi perokok tembakau
-
Perlu peralatan sederhana untuk produksi massal |
| Opportunities (Peluang) | Threats (Ancaman) |
|---|---|
| - Pasar herbal dan alternatif sehat sedang naik daun |
-
Potensi ekspor produk khas desa
-
Bisa masuk pasar santri, wisata, toko oleh-oleh
-
Mendukung program pemerintah tentang hidup sehat |
-
Aturan perizinan dan regulasi produk seperti rokok
-
Kompetitor luar negeri jika sudah viral
-
Potensi resistensi dari produsen rokok besar |
📘 1. RENCANA PELATIHAN 30 HARI KONTEN DIGITAL UNTUK PEMULA DESA/KELURAHAN
Judul Program:
“Digital Creator Mandiri: 30 Hari Menjadi Kreator Konten Produktif”
---
🎯 Tujuan Umum:
Membentuk kreator konten lokal yang produktif, kreatif, dan mampu menghasilkan pendapatan dari media digital seperti YouTube, TikTok, Instagram, dan Facebook, menggunakan modal minim (HP + kuota) dengan pendekatan praktik langsung.
---
📅 Rencana Pelatihan 30 Hari:
Hari Topik Pelatihan Output
1 Kick-off & Motivasi Ngonten Mindset kreator lokal
2 Mengenal Platform: YouTube, TikTok, IG, FB Pilih platform utama
3 Ide Konten Lokal: Wisata, UMKM, Layanan Draft 3 ide konten
4 Cara Bikin Video pakai HP Video pendek pertama
5 Judul & Caption Menarik Judul + caption viral
6 Teknik Dasar Editing (CapCut/VN) 1 video teredit
7 Upload + Jam Upload + Hashtag Upload 1 video
8 Tantangan 1 Hari 1 Konten Konsistensi dimulai
9 Analisa Penonton & Algoritma Evaluasi performa
10 Copywriting untuk Storytelling Video dengan narasi
11 Konten Testimoni, Review, Vlog Video testimoni UMKM lokal
12 Konten Edukasi / Inspirasi Singkat 1 video edukatif
13 Konten Layanan RT/RW, Kopdes, dll Video info warga
14 Editing Tingkat Lanjut: Transisi & Musik Video cinematic lokal
15 Evaluasi Paruh 1: Progres & Masukan Review konten peserta
> 🔁 Hari 16–30: Pendalaman, monetisasi, dan showcase publik
Hari Topik Output
16 Monetisasi YouTube (1.000 Subs & 4.000 Jam) Pahami target monetisasi
17 Affiliate Shopee / TikTok Shop Bikin konten jualan
18 Kolaborasi Sesama Peserta Konten duet atau wawancara
19 Branding Personal Kreator Bio, logo, nama channel
20 Produksi Konten Masal (Batching) 3 video disiapkan langsung
21 Konten Berita Desa / Dokumentasi Kegiatan Video reportase warga
22 Siaran Langsung FB/TikTok Live promosi lokal
23 Pendalaman TikTok Editing Video viral dengan suara trend
24 Tips Thumbnail & Gambar Cover Thumbnails siap klik
25 Konsistensi & Disiplin Posting Jadwal konten mingguan
26 Konten Seru & Viral: Humor, Tebakan, Story Konten engaging lokal
27 Uji Publik: Konten tayang massal serentak Konten bareng peserta
28 Strategi Cuan Jangka Panjang Rencana 3 bulan ke depan
29 Persiapan Showcase Final Presentasi hasil karya
30 Showcase & Sertifikat + Pemantapan Komunitas Graduation Creator Desa
📝 2. DRAF PROPOSAL FKP MUSKEL / MUSRENBANGKEL
Judul:
“Program Pelatihan Kreator Digital Desa: Pemberdayaan Ekonomi Melalui Konten”
---
A. Latar Belakang
Perkembangan dunia digital membuka peluang ekonomi baru yang murah dan cepat diakses oleh masyarakat. Namun, masih banyak warga kelurahan terutama pengangguran, ibu rumah tangga, remaja putus sekolah, dan pengurus masyarakat yang belum paham bagaimana memanfaatkan media sosial secara produktif dan menghasilkan.
---
B. Tujuan Program
1. Meningkatkan keterampilan warga dalam membuat konten digital berbasis potensi lokal.
2. Mendorong tumbuhnya pendapatan baru dari monetisasi konten.
3. Mewujudkan Kelurahan Digital Kreatif dan Berdaya.
---
C. Sasaran Peserta
Pengurus RT/RW, Karang Taruna, PKK
Pemuda/i pengangguran atau tidak produktif
Pelaku UMKM lokal
---
D. Waktu & Tempat
Durasi: 30 Hari (Setiap sore/malam atau akhir pekan)
Tempat: Balai Kelurahan / Aula RW / Sekretariat RT
---
E. Metodologi
Training Camp Hybrid: Online & Offline
Pendampingan Praktik Langsung
Challenge Harian & Komunitas Digital
Sertifikasi Internal Kelurahan
---
F. Kebutuhan & Dukungan
Dukungan Instansi:
Dinas Kominfo (materi & mentor)
Dinas PMD atau Disnaker (dukungan operasional)
BUMDes/Kopdes (akses promosi produk)
Fasilitas:
HP bekas layak pakai
Kuota subsidi (jika memungkinkan)
Akses WiFi di balai
Sertifikat resmi kelurahan
---
G. Output yang Diharapkan
Terbentuknya minimal 10 kreator digital aktif
Minimal 30 konten lokal produktif terunggah
Meningkatnya promosi wisata & produk lokal
Tersusunnya Komunitas Kreator Kelurahan
---
H. Penutup
Program ini mendukung pengentasan pengangguran, transformasi digital, dan penciptaan peluang ekonomi baru. Kami mohon dukungan dan kolaborasi dari semua pihak agar dapat diwujudkan secara berkelanjutan.
Komentar
Posting Komentar